Memegang dan Mencakar

Aku sudah pandai meraih dan memegang benda yang berada di dekatku. Bahkan aku pun sudah pandai mencakar muka orang lain yang dekat-dekat denganku.

Kejadian bermula dari pengamatan Kupaku saat Yangkung bermain denganku. Yangkung dengan sengaja melepaskan kacamata untuk kupegang. Aku pun berhasil meraih kacamata Yangkung, bahkan Yangkung agak sedikit khawatir aku merusak kacamatanya saat kupegang dengan buru-buru menarik kembali kacamata tersebut dariku. Yangkung malah mencoba untuk meletakkan kacamata tersebut di luar jangkauan tanganku, dan dia takjub akan usahaku menggerakkan tubuh untuk meraih kacamata itu. Lagi-lagi Yangkung buru-buru mengambil kembali kacamata tersebut dariku.

Di lain kesempatan, saat aku bersama dengan Kupaku dan Kupa berada sangat dekat denganku, aku pun langsung menggerakkan jariku ke tangan Kupa. Mungkin karena kukuku mulai panjang dan belum dipotong oleh Kuma, maka Kupa merasa seperti dicakar olehku. Kupaku mengaduh kesakitan dan aku pun hanya tersenyum melihat tingkahnya. Kupa malah sempat berkomentar, “Wah mirip kakaknya yah, suka nyakar-nyakar.” Kakak yang dimaksud Kupaku adalah Abu Strikmat.

Dengan kemampuanku memegang benda-benda di sekitarku, Kuma pun bertekad membelikanku mainan bayi dimana ada benda-benda yang digantung di dekat posisi bayi berada. Pucuk dicinta ulam tiba, ada saja kerabat yang memberikan mainan sejenis yang akan dibelikan oleh Kuma. Aku pun jadi lebih bisa berlatih memegang agar keahlianku semakin terasah.

1 thought on “Memegang dan Mencakar”

  1. Yangkung sungguh bangga dengan Altina Anindya Arif (AAA) cucu kelima yang menyenangkan membahagiakan dan mulai menggemaskan. AAA , selama ini tidak rewel, berarti kondisi kesehatannya baik, tercukupi nutrisinya ( walaupun Kupa sering menjadi kurir susu ), penuh dengan dekapan kasih sayang (walaupun Yangtinya sering merasa pegal-pegal). Perkembangan berat tubuhnya normal, perkembangan kecerdasannya nampak seimbang. Sudah bisa menampakkan ekspresi keinginannya melalui bahasa tubuhnya. Sudah bisa menikmati siaran TV mickey mouse, walaupun Yangkungnya khawatir kalau kecanduan. Terakhir pada umur 4 bulan lebih sudah bisa meraih benda-benda yang terjangkau oleh tangannya. Yang mengkhawatirkan adalah menjangkau kertas, cetakkan lalu dimasukkan ke mulutnya. Dan yang paling membahagiakan adalah respond tersenyumnya AAA. Senyum ini diberikan kepada siapa saja, kepada keluarga, tetangga termasuk kepada tukang sayur … sungguh cantik. Semoga menjadi anak yang pandai, cantik dan sholihah . Amin.

Leave a Reply to Yangkung Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *