Saat Kuma sedang menyiapkan makan malam untukku, aku pun dengan semangat menemaninya. Saat itu bubur untuk makanku baru saja kelar dimasak. Dengan antusias aku langsung meraih bubur yang sedang disiapkan oleh Kuma dan memasukkan tanganku ke bubur panas tersebut. Akibatnya tanganku langsung kepanasan dan rupanya langsung melepuh saat dicabut oleh Kuma karena melihat aku memasukkan tangan di bubur yang panas.
Langsung saja Yangti membersihkan sisa bubur di tanganku dan memberiku obat. Aku menangis sangat keras saat itu. Saat ini bekas tangan yang melepuh masih ada dan belum sembuh benar.
Sepertinya aku harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Bahkan sekarang aku dijauhkan dari makananku saat disiapkan dan baru didekatkan saat memang sudah waktunya aku dapat memakan makananku.