Sewa Jumperoo

Anye sudah dua minggu lalu sewa Jumperoo. Sewaan itu berbagi denganku. Anye dua minggu, aku pun dua minggu. Kesepakatan ini adalah kesepakatan dari Bunda dan Kuma. Kali ini Jumperoo ada di rumahku. Kupaku baru saja membawanya dari rumah Anye.

Awalnya menggunakan Jumperoo tidaklah berkesan bagiku. Aku hanya menggunakannya kurang dari dua menit. Bosan rasanya. Aku pun langsung menangis dan langsung digendong oleh Kuma. Kuma merasa aku tidak suka dengan Jumperoo ini. “Yah,” kata Kumaku. “Untung aja cuma nyewa, rugi juga kalau beli,” keluhnya.

Rupanya rasa bosan itu karena aku belum maksimal menggunakan Jumperoo. Hari ini, di saat aku rewel terus, Yangti memiliki ide untuk  memperkenalkanku dengan Jumperoo. Seharusnya Jumperoo itu digunakan olehku dengan cara aku loncat-loncat ketika berada di Jumperoo. Namun Yangti memiliki kreativitas lain. Kakiku dipegangnya, dan digoyang-goyangkan. Aku pun diam. Tak lagi rewel. Bahkan aku sempat ngantuk-ngantuk hingga beberapa lagu habis.

Mbak Yumna dan Mbak Kamila tertawa terpingkal-pingkal melihatku terkantuk-kantuk menggunakan Jumperoo. Akhirnya aku sempat beberapa saat tertidur hingga akhirnya Yangti memindahkanku ke tempat tidur.

Sekarang Jumperoo menjadi mainan favorit bagi Yangti jika aku sedang rewel. Dengan naik Jumperoo, aku jadi diam, kalori terbakar, dan ngantuk. Hal yang sangat disukai Yangti daripada aku rewel.

Tidak menyesal aku menyewa Jumperoo. Apakah kalau sudah dua minggu Jumperoo ini akan diteruskan sewanya oleh Kuma? Kita lihat saja!

1 thought on “Sewa Jumperoo”

  1. Pingback: Jumperoo Berlanjut « Catatan Altina Anindya Arif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *