Sore kemarin, Yangkung tiba-tiba memasang boncengan bayi di sepedanya. Niat Yangkung sudah jelas, yaitu mengajakku jalan-jalan naik sepeda. Akhirnya aku pun diperbolehkan Kuma untuk naik sepeda Yangkung, asal aku mandi dahulu sebelumnya.
Sehabis mandi aku melihat Yangkung sudah siap dengan sepedanya. Dengan dibantu Kuma, akhirnya aku berhasil naik ke sepeda Yangkung dan duduk di boncengan bayi yang berada di depan. Langsung saja Yangkun menjalankan sepedanya dan keliling komplek perumahan. Beberapa kali Yangkung melewati depan rumah Mbak Yumna, namun Mbak Yumnanya sedang tidak ada di tempat.
Aku sangat senang naik boncengan tersebut. Beberapa kali Kuma mencoba menyudahi perjalananku dengan Yangkung namun aku menolak. Yangkung pun harus mengayuh sepeda kembali walaupun kali ini hanya mutar-mutar di depan rumah.
Akhirnya aku pun dipaksa Kuma untuk berhenti. Aku menangis saat dipaksa, namun Kuma memiliki trik tertentu sehingga aku tidak nangis berkepanjangan.
Besok aku mau naik sepeda lagi bareng Yangkung ah!