Menjelang umurku satu tahun aku sudah dapat menyempurnakan usahaku untuk menaiki tangga rumah Yangti. Anak tangga yang jumlahnya sepuluh tersebut aku naiki secara langsung dengan pengawasan Kupa, Kuma, Yangti, bahkan kadang Mbak Kamila dan Mbak Yumna.
Aku naik tangga dengan cepat dengan posisi merangkak. Aku bahkan tahu harus membalikkan badan saat naik anak tangga yang kelima menuju keenam karena memang arah naiknya berlawanan arah. Saat sampai di atas, aku masih suka merangkak untuk menuju meja komputer dekat televisi di lantai atas. Biasanya dari situ aku langsung digendong untuk dibawa ke bawah atau dibawa ke balkon lantai atas.
Sudah beberapa kali aku berhasil menaiki tangga secara sempurna. Kupaku baru tahu beberapa hari ini.