Sakit Panas Pertama Hari V

Setelah tiga kali ke dokter dalam empat hari sakit, hari ini aku merasa lebih baik dan sepertinya akan sembuh dalam satu atau dua hari ke depan. Pagi-pagi aku sudah diajak Kupa jalan-jalan di komplek. Panasku masih ada tapi sudah sangat berkurang tingginya.

Aku pun dimandikan oleh Yangti hari ini karena sudah lebih baik. Aku bahkan sudah mulai lincah kembali dengan merangkak mengelilingi rumah.

Siangnya aku semakin lincah dengan datangnya Mbak Yumna, Mbak Kamila dan Pak De Wawan. Aku punya teman main hari itu. Makanku pun mulai normal lagi. Kupa membelikanku sup KFC untuk aku santap. Namun entah kenapa aku tidak terlalu doyan makan sup hari itu.

Malamnya aku juga baik-baik saja. Bahkan saat diberi Tempra oleh Yangti dan Kupa, Kupa sempat bilang bahwa itu adalah Tempra terakhir yang diberikan kepadaku  karena sudah mulai sembuh. Namun malamnya semua berubah.

Saat diajak tidur oleh Yangti, aku merasa tidak nyaman karena hidungku tersumbat! Napasku pun susah dan terengah-engah. Aku pun menangis saat kesulitan bernapas. Bahkan ketidaknyamanan itu ditambah dengan batuk keras yang aku alami. Jadilah setiap kali batuk aku menangis keras karena terasa sakit dan tidak nyaman.

Malam itu Kuma datang dari luar kota. Dengan kehadiran Kuma membuatku malam itu ditemani Kupa dan Kuma. Yangti pun dapat beristirahat lebih banyak karena bisa tidur lebih nyenyak.

Praktis malam itu tidurku tidak nyenyak. Tiap jam aku terbangun karena batuk dan langsung menangis. Kupa senantiasa sigap menanggapiku yang nangis karena batuk. Kuma terlihat sangat lelah setelah habis pulang dari luar kota.

Tidurku pun terganggu dengan hidung tersumbat dan batuk yang aku alami.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *