Nyaman di Mobil

Ketika aku naik mobil, Kupaku selalu menempatkanku di car seat. Car seat tersebut diletakkan di belakang supir, dan Kumaku pun berada di sebelahku menjagaku jika aku tiba-tiba menangis. Car seat yang aku gunakan harus ditambahkan pelapis terlebih dahulu sebelum aku gunakan karena kata Yangtiku, jika tanpa diberikan pelapis, maka posisiku akan melengkung dan tidak lurus.

Kuma selalu mengkondisikan agar saat aku masuk mobil dalam keadaan tertidur. Dengan aku dalam keadaan tertidur, Kuma dapat melakukan aktifitas lain di mobil. Beberapa kali aku bangun dan kadang meminta susu Kuma ketika di mobil. Namun pada prinsipnya, aku pun dapat nyaman di mobil.

Kuma memperhatikanku ketika di dalam mobil. Saat mobil berhenti, entah karena macet atau lampu merah, maka aku pun menangis. Namun saat mobil berjalan, apalagi berjalan cukup kencang, maka aku pun akan diam, dan cenderung tertidur. Menurut Kupaku, kebiasaanku ini mirip dengannya. Saat dia kecil dulu, dia mudah tertidur saat mobil berjalan, dan terbangun saat mobil berhenti untuk jangka waktu cukup lama. Sama ya…

Aku merasa nyaman di mobil, dan kata Kumaku, aku sudah tujuh kali bolak-balik naik mobil semenjak aku lahir saat ini. Aku akan selalu menggunakan car seat sewaktu naik mobil agar aku aman dari bahaya kecelakaan. Kebiasaan aman ini ditularkan oleh Kupaku yang memang suka dengan keamanan yang tinggi.

Kupa, kalau car seatku semakin sempit, tolong ganti ya…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *