Tadi malam, ketika Yangti sedang siap-siap pergi belanja ke supermarket, aku yang melihat Yangti akan pergi, langsung menangis. Kuma dan Yangti pun tertawa melihat sikapku. Yangti bahkan langsung mendekat untuk menciumku dan menggendongku. Namun aku langsung diberikan kembali ke Kuma karena memang Yangti harus pergi ke supermarket malam tadi.
Menurut Kupaku, hal yang aku lakukan tersebut adalah akibat dari asuhan Yangti selama 8 bulan ini kepadaku. Yangti begitu sabar mengasuhku, bahkan ketika aku sedang rewel. Yangti pula yang memandikanku dan memberiku makan. Jadi merupakan hal yang wajar ketika aku melihat Yangti pergi, aku pun menangis.
Kupa dan Kumaku sebenarnya ingin aku seperti itu juga saat mereka pergi. Tapi sayang, Kupa pergi kantor saat aku masih tidur. Sedangkan Kuma biasanya pergi kantor saat aku sedang dimandikan. Jadi aku tidak terlalu tahu saat-saat mereka pergi dari rumah.
Mungkin Kupa dan Kuma kalau mau pergi keluar, pamitannya pas aku sedang bangun ya….