Yangkung melakukan inovasi yang efektif dan efisien. Dia membuat kursi beroda di rumah menjadi sebuah becak dan menaikkanku di kursi tersebut. Aku sangat menyukai hal tersebut, bahkan saat ini, saat aku sedang mengamuk, salah satu cara menenangkanku adalah dengan menaikkanku ke becak.
Sebenarnya alat semacam becak bukan hal baru bagiku. Sebelumnya sudah ada stroler. Namun posisi dudukku saat di becak lebih tinggi daripada stroler. Aku pun seperti duduk di singgasana. Aku selalu tersenyum ketika duduk di becak.
Namun kekurangan becak adalah tidak ada seat belt yang disediakan. Memang kursi beroda tidak memiliki seat belt. Aku pun harus dipegangi oleh yang mendorongku saat naik becak. Itu untuk antisipasi saat aku tiba-tiba meloncat ke depan. Dengan stroler, karena ada seat belt dan palang penahan, lebih aman bagi diriku.
Yang pasti, inovasi Yangkung telah memberikanku satu moda transportasi. Moda tersebut di rumahku dikenal dengan becak.