Pukul 6 pagi aku sudah bangun untuk mempersiapkan diri ke mesjid. Sebelum mandi aku meminum susu satu botol dulu pemberian Kuma. Aku dimandikan dalam waktu singkat karena memang sudah hampir terlambat. Semua orang menungguku selesai dandan. Sayang aku tidak menggunakan jilbab pagi itu karena Kuma lupa untuk membelikanku jilbab.
Pukul 6.40 pagi aku sudah siap dan mulai berjalan ke arah mesjid. Ini adalah perjalanan ke mesjid pertamaku. Sudah banyak orang yang berada di lapangan. Aku ditaruh oleh Kuma di pinggir lapangan, masih di strolerku yang setia menungguku. Saat Shalat Ied berlangsung, aku berdiam diri saja di strolerku, sedangkan Kuma dan Yangti khusuk dalam melaksanakan shalat.
Pukul 7.30 pagi Shalat Ied yang dilanjutkan dengan ceramah lebaran selesai. Semua orang bermaaf-maafan dan berhamburan pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan beberapa kali aku dicegat oleh ibu-ibu komplek karena mereka terkesan oleh ketenanganku dan kelucuan tampangku.
Sesampainya di rumah, aku mendapati bahwa Yangkung telah masuk rumah terlebih dahulu. Kami pun masuk, makan masakan Yangti, dan bermaaf-maafan. Tidak lama setelah itu, aku pun tidur.
Sorenya sehabis aku bangun tidur, tamu yang datang lebih rame lagi. Ada rombongan Mas Dimas, Mas Damar serta kedua orang tuanya datang. Ada rombongan lain yang baru aku kenal. Mereka cukup lama berada di rumah. Aku pun baru pergi ke rumah Andung malam hari karena memang tidak sempat berangkat ke sana lebih awal.
Sampai rumah Andung sudah mendekati pukul 9 malam. Aku pun langsung dibawa ke kamar Andung untuk ditidurkan. Aku tidur di bawah karena Kumaku terbiasa tidur melintang di kasur, sedangkan Andung tidurnya tidak melintang. Aku tidur pukul 11 malam walaupun dibawa ke kamar sejak pukul 9 malam.
Paginya aku bangun pukul setengah enam pagi. Mandi pukul 8 pagi dan baru berangkat pukul 10 pagi. Aku pulang dahulu ke rumah Yangti untuk tidur. Pukul 1 siang aku berangkat lagi ke rumah saudara Kupa di Pulo Mas. Kami datang terlambat karena begitu kami datang, Andung, Adang, Bunda dan rombongan sudah mau balik. Terpaksa aku tinggal beberapa saat bersama Kupa dan Kumaku untuk menyelesaikan makan siangku terlebih dahulu. Setelah itu aku pun pulang bersama Kupa dan Kuma.
Itulah pengalmaanku berlebaran dua hari kemarin. Lebaran pertama dalam hidupku.