Ke Baby Spa

Pagi ini, Kupa tiba-tiba mengangkatku saat aku terbangun dari tempat tidur. Aku langsung diberikan kepada Kuma untuk dipersiapkan pergi ke luar rumah. Agak aneh Kuma mempersiapkanku tanpa perlu aku mandi. Aku menurut saja karena tidak tahu mau dibawa kemana. Akhirnya tidak lama dari itu, aku pun diletakkan di car seat mobil Kupa. Aku pun berangkat.

Sepanjang perjalanan aku bingung mau dibawa kemana. Tidak biasanya aku dibawa pergi ke luar rumah, apalagi pakai mobil tanpa mandi terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, Kupa memarkirkan mobilnya di suatu tempat. Aku digendong Kupa untuk keluar dari mobil. Kuma membawa peralatan tempurku. Mereka pun berjalan memasuki sebuah gedung. Aku sempat mendengar Kupaku bertanya kepada seseorang mengenai ‘Baby Spa’. Tapi aku tak tahu apa itu ‘Baby Spa’.Akhirnya dalam waktu yang tidak lama, aku sampai ke ruangan yang disebut sebagai ‘Baby Spa’. Rupanya Kupaku sudah membuat janjian dengan ‘Baby Spa’ tersebut. Tiba-tiba aku sudah berada di ruangan bawah tanah dan sudah ada tempat mandi mirip seperti di rumah.

Aku ditelanjangi di tempat oleh Kuma dan dibantu oleh petugas ‘Baby Spa’ tersebut. Pertama-tama aku senang-senang saja karena Kumaku yang membukakan bajuku. Namun, saat petugas tersebut mengalungkan sebuah ban kepadaku, aku pun mulai menangis. Aku menangis sejadi-jadinya hingga orang-orang yang berada di sekitarku mendengarnya. Saat aku diletakkan di dalam air untuk berenang, nangisku semakin hebat. Aku takut sekali! Aku tidak terbiasa dengan suasananya. Hal ini pernah aku lakukan juga saat aku dua hari di rumah Andung.

Akhirnya Kuma pun mengangkatku dari air. Aku langsung diberikan handuk dan dipeluk olehnya. Aku tidak mau masuk ke air itu lagi. Airnya cukup hangat, namun aku tidak terbiasa. Sejak saat itu aku selalu nempel Kuma karena takut orang lain akan berbuat sesuatu kepadaku.

Selanjutnya aku diberikan minyak oleh petugas ‘Baby Spa’ saat dalam pelukan Kuma. Aku tidak mau diletakkan di tempat tidur. Aku hanya mau digendong oleh Kuma. Aku dipijit sedikit oleh petugas tersebut. Kuma agak sedikit kesulitan memegangku saat petugas tersebut harus memijit perut dan dadaku. Aku lagi-lagi menangis saat dipijit. Untungnya tidak lama. Aku pun senang karena hal selanjutnya adalah tinggal melap tubuhku dari bekas minyak dan memakaikan baju lagi di tubuhku.

Kuma sempat memberikanku susu untuk menghiburku. Namun aku tidak sedang mood untuk minum susu. Akhirnya karena kesan pertamaku terhadap ‘Baby Spa’ kurang baik, maka Kuma berjanji tidak akan membawaku ke tempat sejenis lagi. Tidak lama aku pun sudah dibawa kembali ke mobil oleh Kuma. Di mobil pun aku tertidur hingga sampai rumah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *