Abis menyusu dari Kuma aku pun digiring Kuma untuk langsung tidur. Aku memang ngantuk, tapi suasana kamar di rumah Andung asing bagiku, sehingga aku pun masih merasa aneh dengan suasana baru tersebut. Kumaku yang sudah capek menggendongku menyerahkan aku kepada Kupa. Di tangan Kupa aku digendong dengan penuh kasih sayang dengan dicium-cium. Tapi aku pun tidak tidur-tidur juga karena memang suasana kamar tersebutlah yang membuatku tidak tidur.
Kupa bahkan membacakan cerita nabi kepadaku. Tapi aku pun belum juga tidur. Karena Kupa dan Kuma sepertinya tidak mengerti akan ketidaknyamananku dengan suasana baru aku pun mengambil tindakan tegas. Aku menangis sehebat-hebatnya. Kupaku langsung menggendongku dan mencoba menenangkan, tapi aku pun nangis semakin keras.
Kuma mencoba membantu menggendong bahkan menawarkan persusuan. Lagi-lagi aku berontak. Aku tidak butuh susu, aku butuh suasana yang lebih nyaman karena yang saat ini aku merasa bosan.
Kemudian datanglah Mbah. Dengan bangga sehabis mandi, Mbah sangat ingin menggendongku. Mendengar aku nangis sangat keras, Mbah langsung menawarkan dirinya menggendongku. Tadinya Kupa dan Kumaku tidak memperbolehkannya ketika Mbak belum mandi. Namun setelah Mbah mandi, Kupa dan Kumaku memberikan kesempatan kepada Mbah untuk menggendongku yang sedang menangis keras.
Diberikan kesempatan menggendongku, Mbah sangat senang. Dengan hati riang dia menciumku dan menggendongku keluar kamar sambil aku dibawa putar-putar rumah. Nah yang seperti inilah yang aku inginkan. Tidak lama berselang, aku pun tertidur di gendongan Mbah. Mbah pun mengembalikanku ke Kupa dan Kumaku untuk menindurkan aku di tempat tidur.
Akhirnya Kupa dan Kumaku bisa tertidur mengiringi aku yang sudah lelap ketika di tangan Mbah. Makasih Mbah!