Dibilang Tidak Feminim

Hari ini aku bangun tidur tepat saat azan Subuh yang juga membangunkan Kupaku yang tidur bersamaku. Kuma sudah bangun sebelumnya karena ada pekerjaan rumah yang belum dikerjakannya dan saat itu Kuma sedang mengetik tugas kuliahnya. Tadinya aku dibujuk Kuma untuk tidur kembali, namun aku menolak. Sehingga Yangti pun turun tangan.

Yangti melihat kesempatan bahwa pagi itu adalah waktu yang tepat untuk mengajakku jalan-jalan keliling komplek menggunakan stroler. Yangti dengan sigap mempersiapkanku untuk jalan-jalan pagi, sedangkan Kuma larut dalam tugasnya yang belum kelar dan harus selesai sebelum matahari terbit.

Tidak lama setelah Kupaku berangkat ke kantor, Yangti pun mengajakku keliling. Yangtiku sangat dikenal di komplek dan langsung ditegor ibu-ibu lain yang melihatnya. Ada salah seorang ibu yang menegur Yangti dan menanyakan apakah aku ini cucu laki-laki atau perempuan. Yangti pun menjawab bahwa aku adalah anak perempuan.

Saat pertanyaan itu diajukan, aku sedang dalam posisi kaki nangkring ke pinggir stroler. Sehingga saat tahu bahwa aku adalah perempuan, ibu tersebut langsung berkomentar, “Wah gak ada feminim-feminimnya yah, posisinya aja nangkring begitu.” Tertawalah Yangti dan ibu tersebut melihat gayaku yang nangkring.

Baru kali ini ada orang yang menyebutkan tidak feminim.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *