Prestasiku

Prestasi Yang Sudah Kuraih

Tertawa

Saat aku sedang senang, maka Kupa dan Kuma memanfaatkan suasana hatiku untuk membuatku tertawa. Aku diletakkan dalam posisi terlentang, kemudian Kupa dan Kuma berkata sesuatu secara cepat menujuku. Apalagi dilakukam dengan menggerak-gerakan kepala, maka di saat itulah aku sering tertawa. Bahkan sampai terbahak-bahak. Teknik tersebut ditemukan oleh Kumaku. Saat aku bersama Kuma saat itu, dia […]

Tertawa Read More »

Memegang dan Mencakar

Aku sudah pandai meraih dan memegang benda yang berada di dekatku. Bahkan aku pun sudah pandai mencakar muka orang lain yang dekat-dekat denganku. Kejadian bermula dari pengamatan Kupaku saat Yangkung bermain denganku. Yangkung dengan sengaja melepaskan kacamata untuk kupegang. Aku pun berhasil meraih kacamata Yangkung, bahkan Yangkung agak sedikit khawatir aku merusak kacamatanya saat kupegang

Memegang dan Mencakar Read More »

Genggaman Kuat

Masih lanjut dari cerita sebelumnya yang merusak Baby Bouncer, kali ini aku akan cerita tentang genggamanku yang semakin kuat. Beberapa kali aku mengenggam kuat jari Kupaku sehingga Kupaku kesulitan melepaskan diri dari genggamanku. Dalam kesempatan lain aku juga menjambak rambut Kupaku, sehingga dia kesakitan dan tidak bisa lepas dari jambakanku. Kupaku mengakui bahwa genggamanku sangat

Genggaman Kuat Read More »

Mengadu Ke Yangti

Saat aku berada di kamar Yangti, Mbak Yumna dan Mbak Kamila sedang bertengkar memperebutkan Ipod Kumaku untuk main game yang ada di gadget tersebut. Aku hanya dapat melihat keduanya bertengkar bersama di dalam kamar. Ketika pertengkarannya semakin hebat dan kamar dipenuhi sesak oleh suara keduanya, aku pun mulai gerah. Langsung saja aku menangis sekeras-kerasnya karena

Mengadu Ke Yangti Read More »

Papi dan Mami

Ketika aku disusui oleh Kuma siang tadi, Kuma bertanya kepadaku mengenai satu hal. Apa yang aku inginkan untuk memanggil kedua orangtuaku, atau memanggil Kupa dan Kumaku? Ketika Kuma bertanya kepadaku, “Mana Papi?” maka aku pun menghentikan susuanku, menengok ke Kuma dan tersenyum. 

Papi dan Mami Read More »

Mulai Mengoceh

Beberapa hari ini ada lagi prestasiku yang mulai mencuat ke permukaan. Aku sudah mulai mengoceh. Mengoceh apa saja, dan biasanya juga teriak. Jadi, saat ini, Kuma dan Yangti bisa berbincang-bincang denganku. Aku baru bisa mengoceh sembarangan tanpa mereka mengerti ucapanku. Kupa berulang kali berbicara “Ku Pa” kepadaku agar aku menirukan ucapannya. Namun aku belum dapat

Mulai Mengoceh Read More »

Sudah Bisa Miring

Akhirnya, aku bisa miring juga! Hari ini Kupa dan Kumaku menyaksikan dengan mata kepala sendiri kalau aku sudah dapat miring. Bahkan kemarin, Kuma dan Yangti menyaksikan aku dari posisi terlentang ke posisi tengkurap walaupun hanya sekali (mungkin cuma kebetulan). Jadi sekarang, saat orang bertanya kepada Kupaku anaknya dah bisa apa, maka aku yakin Kupaku akan

Sudah Bisa Miring Read More »

Ngemut Jari

Kebiasaan ngemut jari tentunya wajar dilakukan oleh anak bayi sepertiku. Aku pun mulai suka ngemut jari semenjak kaos tanganku dilepas Kuma sehingga aku membayangkan tanganku seperti saya menyusu air susu Kuma. Ketika lapar akupun ngemut jariku hingga Kuma sadar bahwa aku butuh susu saat itu juga. Tapi ngemut jari pun aku lakukan karena aku memang

Ngemut Jari Read More »