Prestasiku

Prestasi Yang Sudah Kuraih

Panggil Ayah

Aku sudah dapat memanggil ayah. Namun ayah yang kupanggil bukanlah Kupaku. Ayah yang kupanggil sesungguhnya adalah Pak De Wawan. Dia kupanggil ayah karena Mbak Kamila dan Mbak Yumna memanggilnya dengan sebutan ayah. Saat aku memanggil Pak De dengan ayah, seisi rumah pun heboh. Aku dianggap telah salah mengenali ayahku. Padahal aku menyebut Pak De dengan […]

Panggil Ayah Read More »

Mengenali Kupa

Hari ini aku lihat Kupaku sangat senang. Penyebabnya adalah aku sudah bisa mengenalinya sebagai Kupaku. Saat Mbak Yumna, Mbak Kamila, Bu De Novi bertanya kepadaku mana Kupa, aku pun menunjuk Kupaku. Ini adalah pertama kali aku menunjuk Kupa saat ditanya tentangnya. Biasanya aki bingung saat ditanya mana Kupaku. Aku sudah bisa menunjuk Yangti. Aku sudah

Mengenali Kupa Read More »

Meracau

Beberapa hari ini aku mulai sering meracau. Semenjak mulai sembuh dari sakit flu dan batuk, aku mulai meracau. Kata Kuma, sakitku ini pertanda bahwa aku mulai berbicara. Persis seperti sakitku yang terdahulu, dimana setelahnya aku langsung lancar berjalan, bahkan sudah mulai berlari-lari kecil saat ini. Aku meracau beberapa kata yang berhasil diterjemahkan oleh Kuma dan

Meracau Read More »

Tap Dance

Kuma memperhatikan kebiasaanku beberapa hari ini yang sering menirukan gerakan tap dance. Aku sudah bisa menghentak-hentakkan kaki secara cepat ke lantai. Di samping itu aku juga bisa melakukan gerakan memutar badan berkali-kali. Dua malam lalu aku, Kuma dan Kupa melakukan tap dance di dalam kamar. Kuma pertama kali tampil mencontohkan gerakannya. Lalu aku pun melakukan

Tap Dance Read More »

Main Bola

Dengan semakin lancarnya aku berjalan, aku pun jadi semakin sering berjalan. Jarak jalanku untuk sekali berjalan bisa lebih dari 10 meter sebelum aku terjatuh. Kadangkala aku membawa barang saat berjalan. Bisa berupa bantal, kue atau snack, bahkan bola. Kupaku paling senang memberiku bola untuk bermain. Ukuran bolanya cukup untuk aku genggam dengan satu tangan. Bola

Main Bola Read More »

10,3 dan 77

Hari ini aku ke dokter untuk imunisasi. Aku dibawa oleh Kupa dan Kumaku ke dokter di rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Yangti. Saat mendaftar aku pun ditimbang. Nilai timbangan menunjukkan bahwa beratku 10,3 kg. Aku pun menunggu panggilan ke ruang dokter setelahnya. Setelah hampir 2 jam menunggu, aku pun dipanggil ke ruang dokter.

10,3 dan 77 Read More »

Berdiri dan Berjalan

Beberapa hari sudah Yangti dan Kuma bilang bahwa aku sudah dapat berdiri sendiri dan mulai dapat berjalan beberapa langkah tanpa pegangan. Kupa percaya saja apa yang dikatakan Yangti dan Kuma. Namun hari minggu lalu, Kupa benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau aku memang sudah dapat berdiri sendiri dan berjalan dua langkah tanpa pegangan. Aku

Berdiri dan Berjalan Read More »

Kidal

Kuma dan Kupaku baru sadar bahwa aku berbakat kidal saat malam ini keduanya melihatku membalik-balik halaman sebuah majalah yang dimiliki Kumaku. Mereka melihatku menggunakan tangan kiri dalam membolak-balik halaman tersebut. Sebenarnya bakat kidalku sudah ada sejak lama, namun tidak ada satu pun orang yang memperhatikan secara detail. Jika aku diberikan sebuah barang atau makanan untuk

Kidal Read More »