Sakit Panas Pertama Hari IV

Karena malamnya aku masih panas tinggi, aku pun dibawa oleh Kupa dan Yangti ke rumah sakit yang sama untuk periksa darah dan urine. Aku berangkat pagi-pagi dan sebelumnya hanya dilap-lap oleh Yangti. Selama menunggu Yangti siap-siap, aku digendong oleh Yangkung di teras rumah, sementara Kupa mempersiapkan mobil dan juga tas yang harus dibawa.

Sampai di rumah sakit aku langsung dibawa ke laboratorium oleh Yangti dan Kupa. Aku digendong Yangti sepanjang perjalanan dan selama di rumah sakit. Aku menangis sekeras-kerasnya saat diambil darah. Sedangkan untuk cek urine gagal aku lakukan karena selama di rumah sakit aku tidak buang air kecil sama sekali. Hasil tes darah menyatakan bahwa aku tidak ada indikasi demam berdarah. Kupa dan Yangti pun lega melihat hasil tes darahku.

Kunjungan ke rumah sakit bukan hanya cek darah dan urine, melainkan sekalian cek ke dokter. Yangti dan Kupa menanyakan masalahku yang tidak mau minum obat. Dokter Budi, bukan Dokter Tatang seperti sebelumnya, mengatakan bahwa untuk memasukkan obat harus menggunakan teknik yang benar. Dokter pun mencontohkan pemberian obat yang benar menurutnya. Aku tetap muntah setelah diberi obat, namun Kupa dan Yangti mendapatkan pelajaran berharga dari dokter saat itu.

Pulang dari rumah sakit aku langsung mendapat crackers dan sorenya diberi obat oleh Yangti. Hasilnya, aku tetap muntah setelah diberi obat! Namun malamnya, ketika Yangti dan Kupa yang memberikan obat, aku tidak muntah. Sukses!

Malam itu aku tidur dengan Yangti dengan kondisi suhu badan yang tidak tinggi. Aku mulai lebih sering meler dan beberapa kali batuk di hari keempat ini. Kata Kupaku aku sedang menuju sembuh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *