Idul Adha

Hari ini adalah hari Idul Adha. Aku belum mengerti tentang pentingnya hari ini. Yang pasti sejak malam tadi terdengar sayup-sayup takbir ke rumahku. Aku pun dibangunkan oleh Kupa sejak pukul enam pagi agar aku langsung mandi dan dapat ikutan shalat ied di lapangan masjid dekat rumah kami.

Setengah tujuh lebih aku pun sudah siap. Aku dibawa oleh Kupa dengan stroler oranyeku. Saat sampai lapangan masjid aku lihat orang-orang sudah ramai berada di masjid. Kupa pergi mencari tempatnya sendiri, sedangkan aku dibawa Kuma mencari tempat agak ke belakang. Aku diletakkan Kuma di stroler ketika Kuma shalat. Saat shalatnya selesai dan mendengarkan ceramah, aku diperkenalkan kepada seorang kakak cantik bernama Rafa. Rafa umurnya sekitar satu tahun lebih tua dariku.

Pulang dari masjid aku langsung diberi makan oleh Kuma. Beberapa saat kemudian aku didandani oleh Yangti dan langsung siap pergi menuju rumah Andung dengan car seat yang sudah diletakkan di mobil. Sepanjang perjalanan ke rumah Andung aku lebih banyak tertidur.

Sampai di rumah Andung Kuma langsung memberikan aku kepada Andung yang sedang ,duduk dan langsung memangkuku. Di rumah Andung sudah ramai orang. Aku masih bingung saat berada di rumah Andung karena banyak orang yang belum aku kenal dengan baik. Aku lagi-lagi diberikan makan sedikit oleh Kuma saat Kupa sedang shalat Jumat.

Setelah itu aku pun bermain dengan Anye, sepupuku di kamar Andung ditemani Kupa dan Bunda. Bunda berkali-kali memfotoku bareng Anye dan tertawa setelahnya. Entah apa yang Bunda tertawakan ketika melihatku dengan Anye.

Pukul dua siang, aku, Kupa dan Kuma pun pulang kembali ke rumah Yangti. Di rumah Yangti sudah ada keluarga Pak De Bambang dan Pak De Wawan. Aku masih tidur saat sampai di rumah. Aku baru terbangun ketika melihat Kupaku di dalam kamar dan langsung saja menagis karena tidak ada Kuma dan Yangti di situ

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *