Gerakan Tutup Mulut

Dalam beberapa minggu terakhir ini, menurut Kuma dan Yangti aku susah makan. Saat aku ditawarkan makan oleh mereka, maka mulutku pun menutup rapat, dan aku melawan saat dipaksa oleh Kuma dan Yangti. Mereka agak aneh dengan kebiasaan baruku ini. Bahkan aku sempat harus berkunjung ke dokter untuk mengecek kebiasaan baruku ini, tapi saat aku diberikan obat yang diberikan oleh dokter, aku malah muntah semakin banyak, sehingga Kuma dan Yangti tidak lagi memberikanku obat tersebut.

Kupaku pun berinisiatif untuk mencari masalah susah makanku ke internet. Dia menemukan istilah Gerakan Tutup Mulut atau GTM sebagai kebiasaan susah makan seorang bayi. Biasanya hal tersebut terjadi kepada bayi-bayi yang berumur 8 – 10 bulan, atau sama dengan umurku saat ini. Ada juga kebiasaan tersebut juga terjadi pada bayi-bayi berumur lebih dari satu tahun, namun kurang dari dua tahun. Jadi kebiasaanku ini normal untuk bayi.

Apa solusi dari GTM ini? Kreatifitas jawabannya. Kuma dan Yangti harus mencoba berbagai jenis makanan yang akan membuatku tetap mencoba makanan. Saat ini Kuma dan Yangti sudah mencoba berbagai macam cara, dan sementara yang menjadi pilihan adalah bubur dan nasi putih yang dicampur dengan kaldu ayam.

Saat ini aku masih makan jika dikasih menu di atas. Namun belum tentu nanti-nanti tetap makan. Kuma dan Yangti harus lebih kreatif lagi untuk dapat memberikanku makan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *