Dua malam di rumah Andung sudah cukup membuktikan bahwa aku adalah cucu Andung. Selama aku di rumah Andung, aku selalu diawasi oleh Andung. Andung tidak mengawasiku hanya saat dia sedang mandi, shalat atau saat aku dimandikan oleh Mama Cella. Selebihnya Andunglah yang mengawasiku, diselingi oleh Kupa yang sigap membantu.
Saat aku pertama kali sampai di rumah Andung, moodku sedang tidak baik. Hampir lebih dari 3 jam pertama aku habiskan untuk mengamuk. Aku nangis sekeras-kerasnya. Untungnya ada Kupaku yang memberikan saran kepada Andung biasanya aku diperlakukan bagaimana di rumah Yangti. Akhirnya Andung menyesuaikan diri dengan kebiasaanku, dan aku pun beberapa kali tersenyum kepada Andung.
Di rumah Andung juga pertama kali aku dipijat secara komersil. Selama ini yang memijatku hanya Kuma. Sehabis pijat, aku pun ngantuk dan tertidur di pangkuan Andung. Bukan hanya itu saja aku tertidur di pangkuan Andung, ketika malam hari saat aku terbangun, Andung pun dengan sabar menggendong dan menyanyikan lagu untukku. Kadang aku kembali tidur dengan cepat, kadang aku kembali tidur lama sekali. Tapi Andung memiliki cara sendiri untuk membuatku tertidur. Ia menggoyang-goyang tubuhnya di atas tempat tidur sehingga mendapatkan gaya lontaran dari tempat tidur. Cara ini efektif. Andung tidak capek, aku pun merasa seperti digoyang-goyang saat digendong oleh Kupa.
Satu hal yang tidak dilakukan Andung adalah memandikanku. Untuk yang satu ini dia mempercayakan aku kepada Mama Cella untuk kemarin dan Bunda untuk pagi ini. Mungkin ketika memandikan aku, Andung harus masuk kamar mandi yang lantainya licin. Dan gerakanku yang mengamuk akan menyulitkannya. Oleh karena itu, khusus untuk hal tersebut Andung mempercayakanku kepada Mama Cella dan Bunda. Kupaku juga belum ahli dalam memandikanku. Itu karena aku mengamuk saat dimandikan. Kupa belum pernah lihat aku mengamuk saat dimandikan oleh Yangti maupun oleh Kuma.
Andung pun mengajari Kupa cara menyiapkan susu bagiku. Khusus untuk ASIP, Kupa harus merendam ASIP beku beserta botolnya ke dalam air panas. Jika sudah cair, maka ASIP siap untuk diminum. Kalau susu formula, Kupa harus memberikan air panas terhadap susu formula untuk diaduk, kemudian ditambahkan air sesuai target pembuatan susu. Pastinya Kupa sudah mengerti cara mempersiapkan susu untukku. Bahkan Kupa sudah mengetahui bagaimana cara mencuci botol dot yang saya gunakan dan mensterilkannya.
Pagi ini, aku pulang dari rumah Andung ke rumah Yangti. Aku datang ke rumah Andung dengan mood tidak baik bahkan mengamuk. Pulang dari rumah Andung, moodku mulai membaik. Bahkan aku hanya dapat tidur saat digendong oleh Andung. Kupaku bahkan tidak dapat membuatku tertidur selama di rumah Andung.
Jadi, jika selama ini aku merupakan cucu Yangti, hari ini aku dengan bangga bilang bahwa aku juga cucu Andung. Terima kasih ya Andung telah menjagaku dalam dua hari ini. Sekarang jika Kuma dan Kupa pergi ke luar kota dalam hal tugas, maka aku pun punya Andung selain Yangti.
Enaknya punya dua Nenek yang sangat menyayangiku.