Mengamuk di Rumah Andung

Hari ini aku pergi ke rumah Andung bareng Kupa dan Andung yang menjemput ke rumah Yangti. Aku ke rumah Andung karena besok pagi Yangti mau pergi liburan bareng teman-temannya. Memang Yangti tidak sampai nginap di liburannya, tapi dari mulai subuh hingga malam hari. Jika itu terjadi, maka aku hanya tinggal berdua dengan Kupaku.

Kupaku memang bisa menggendongku dan menidurkanku. Namun kalau harus memandikanku, menyiapkan makananku, memberikan susu kepadaku sendirian, rasanya Kupaku belum ahli. Jadi aku pun diungsikan ke rumah Andung, agar aku dirawat oleh Andung dan Mama Cella. Kupa tetap mengasuhku, namun sifatnya hanya membantu mereka.

Begitu sampai rumah Andung, aku pun langsung merasa di tempat yang asing. Sejak aku bisa melihat dengan jelas, aku belum pernah ke rumah Andung tanpa Kuma. Jadilah aku melihat kesana kemari. Aku pun melihat orang-orang baru, karena inilah pertama kali aku dapat melihat dengan jelas orang-orang di sekelilingku.

Pertama kali aku melihat Andung, Mama Cella, Abang Faye, Eja, dan Mbak Rus pengasuh Abang Faye dan Eja. Satu-satunya orang yang kukenal adalah Kupa. Oleh karena itu aku pun bingung dan menangis sejadi-jadinya karena orang-orang di sekitarku adalah orang-orang asing bagiku.

Aku menangis saat diberi makan. Lalu saat mandi. Kemudian ketika dipakaikan baju. Bahkan aku menolak diberikan susu. Pokoknya sejak aku datang ke rumah Andung, hanya sekitar setengah jam aku tenang. Selebihnya aku mengamuk.

Dengan mengamuk aku pun cepat lelah. Digendong Andung yang sejak berangkat dari rumah Yangti menggendongku, aku pun tertidur. Entah sampai berapa lama aku bertahan tidur nantinya. Yang pasti, Andung telah menyiapkan susu untukku. Biasanya di rumah Yangti aku diberikan susu setelah makan. Namun kali ini aku menolak susu yang diberikan kepadaku. Mungkin aku akan minum susu nanti malam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *