Beberapa hari ini aku disebut rewel oleh Yangti dan Kuma. Itu karena aku selalu minta digendong dan susah untuk disusui dengan botol. Kuma berspekulasi bahwa aku lebih lapar akhir-akhir ini. Asip dari Bunda dan Mama Cella rupanya masih belum membuatku kenyang.
Hanya Kupa yang tidak berspekulasi apapun akan kebiasaanku beberapa hari ini. Tiap kali aku rewel, ia selalu menggendongku dengan ikhlas. Ia bahkan rela berjalan keliling rumah beberapa kali untuk menenangkanku yang sedang rewel. Menurut Kupaku, aku rewel karena ingin membantunya menghilangkan beberapa kilogram lemak di tubuhnya. Jadi, aku dianggap menjadi motivatornya dalam urusannya untuk menurunkan berat badan.
Anehnya, kebiasaan rewelku ini bermula dari tragedi jatuhnya aku dari tempat tidur. Walaupun tidak ada luka kecuali sedikit benjolan di kepala, tragedi ini membuatku selalu menangis saat dibiarkan di tempat tidur. Bahkan aku langsung menangis ketika ingin diletakkan di tempat tidur ataupun di stroler. Apakah tragedi tersebut ada hubungannya dengan rewelku? Belum ada pembuktian sampai hari ini.
Yang pasti, ketika aku diraba oleh Kuma, ia tidak merasakan ada panas berlebih di tubuhku. Artinya aku rewel bukan karena sedang demam. Tapi disuruh menyusu pun aku tak mau. Jadi sampai saat ini kebiasaan rewelku masih misteri. Mungkin Kupa, Kuma atau Yangti dapat menemukan penyebabnya dalam beberapa hari ke depan.